SEJARAH PRISMA

PRISMA (Pusat Riset dan Kajian Ilmiah Mahasiswa) didirikan tanggal 26 Mei 2008 dan berkedudukan sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

PRISMA adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bertujuan untuk mengembangkan keintelektualan dan keilmiahan di lingkungan mahasiswa, mencetak kader peneliti, dan mengembangkan potensi kreatif keilmuan mahasiswa.

Lambang PRISMA adalah mata pena yang menghadap ke atas, dengan posisi menutupi bumi, bertuliskan PRISMA yang memiliki filosofi arti dengan pena akan kita ketahui dunia hingga menembus batas nasional (warna biru muda) dan internasional (warna biru tua).
Jargon Prisma “TERNYATA” yang berarti “Memiliki Multitafsir Positif”

Awal mulanya PRISMA hanyalah sekumpulan orang yang memang berminat dalam bidang karya tulis. Dimulai dari berdiskusi di gazebo sebagai upaya mematangkan ide-ide untuk penulisan Karya Tulis Ilmiah di banyak bidang kompetisi penulisan. Orang-orang inilah yang menjadi pelopor PRISMA, mereka telah mengukir prestasi dari mulai tingkat Fakultas, Universitas, Nasional, dan Internasional, mereka adalah Sasmita (Sosek, 2003), Fanny (Sosek, 2004), Muliatin (Sosek, 2004), dan Marcell (HPT, 2004).

Tahun 2005-2006 PRISMA mulai disusun kepengurusan organisasi, akan tetapi karena kesibukan setiap pelopor tersebut tidak ada yang memegang jabatan ketua. Sehingga manajemen maupun pengkaderan PRISMA tidak berjalan dengan baik. Hanya saja karena merasa ada tanggung jawab moral agar minat ini terus dilanjutkan, secara individual setiap pelopor mengkader satu orang. Kader tersebut pun telah mengukir prestasi hingga tingkat nasional, mereka adalah Iman Dwi Cahyo, Ermah, Dzulfikar Abdullah M., dan Muhammad Akhid Syib’li. Bidang-bidang kompetisi penulisan tetap dilanjutkan dan gelar PRISMA dari waktu-kewaktu semakin bertambah. Nama PRISMA pun semakin terdengar di setiap Fakultas di Universitas Brawijaya sebagai lembaga Riset Fakultas Pertanian. Hanya saja belum memiliki legalitas ditataran Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) FP-UB.

Tahun 2007 Muhammad Akhid Syib’li dan Dzulfikar Abdullah M., dua orang penerus PRISMA, masuk dalam kepengurusan BEM Intelek dan Bermoral 2007-2008 yang dipimpin Presiden BEM Joko Widodo, sebagai Menteri Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Mahasiswa (POSDM) dan Sekretaris Jendral. Kemudian pada tanggal 30 Juni 2007, PRISMA diusulkan sebagai Lembaga Semi Otonom (LSO) BEM FP-UB, dibawah koordinasi Departemen POSDM dan diketuai oleh Syib’li. Dalam prosesnya, PRISMA berhasil mengkader beberapa orang dan beberapa diantaranya telah mengukirkan prestasi sebagai finalis dan juara nasional. Diantaranya Ari Kiswanto, Rosyid, Restu Ryzkita Kusuma, Astri, dan Siti Hajar. Prestasi pun diukir oleh anggota PRISMA yang lain, bahkan untuk kategori Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Dikti, PRISMA Fakultas Pertanian menerima dana kedua terbanyak di Universitas Brawijaya, dan penyumbang dua medali perak untuk Brawijaya sebagai Juara I Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS 2008).

Perkembangan berikutnya, anggota PRISMA semakin bertambah dan kegiatan diskusi maupun pelatihan Karya Tulis terus berkembang. Dengan pertimbangan prestasi yang semakin bertambah pula, maka tahap berikutnya PRISMA diusulkan oleh Syib’li dan Dzulfikar berdasarkan musyawarah anggota pada tanggal 30 Juni 2007 untuk dijadikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan Ketua Umum Ari Kiswanto, hal ini disetujui oleh presiden BEM FP UB melalui Surat Keputusan (SK) Pelepasan PRISMA sebagai LSO. Kemudian diajukan di MPM dan mendapat persetujuan kembali dan dikeluarkan SK sebagai UKM.

PRISMA sebagai LKM sangat prospektif dalam pengembangan kemampuan mahasiswa terutama bidang penalaran, penulisan dan penelitian ilmiah. Lembaga ini berkembang dengan prestasi mahasiswa dan pengabdian masyarakat yang nantinya akan dilakukan. Prestasi ini membuat mahasiswa memiliki kualitas dan kualifikasi yang dibutuhkan masyarakat, dunia kerja dan atau untuk menjadi pengusaha.

47 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *